Pajak Import tinggi menguntungkan atau merugikan

Standar

Siapa yang gak pingin nebus Moge seperti CBR, YZF-R,ZX,ER,RSV dan sebagainya  dengan harga gak sampe 200 juta? Saat ini jika kita kepingin moge moge tersebut pasti akan sangat berat dikantong.
Bayangin aja Motor motor itu masuk indonesia jadi 1.5-2x lipat dari harga di asalnya sono tergantung zona. Untuk zona asia dan sekitarnya mungkin cukup dengan kenaikan 50%, tapi untuk motor yang berasal dari daratan eropa ato amerika bakalan melambung hingga 100%.
Hal tersebut bisa terjadi karena indonesia terkenal menrapkan tarif pajak import yang tinggi. Yang jadi pertanyaan selanjutnya sebenernya siapa sih yang diuntungkan dengan tingginya pajak tersebut?
Apakah dengan pajak motor tahunan, pajak produksi otomotif itu belum cukup untuk memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat berkait dengan transportasi? Kalau lihat keadaan sekarang sih emang kurang ya? he.he.he….
Lihat aja Prasarana transortasi kan masih amburadul. Tapi…… emang dana yang kurang atau APBN yang gak memenuhi fungsinya. Atau pelaksananya yang keluar dari relnya?
Keuntungan yang bisa saya lihat adalah perlindungan bagi produsen lokal supaya tdak kalah bersaing dari luar. Industri dalam negeri lebih dominan. Walau kadang karena terlalu diberi kemudahan justru menghambat perkembangan karena persaingan yang kurang kompetitif.

Jujur saja bagi saya besarnya pajak import hanya akan memperkecil penghasilan pajak itu sendiri.
Mungkin dengan pajak besar sekarang pemerintah katakanlah bisa langsung terima pajak 1 M, tapi pajak tahunanya tentunya tidak kan terlalu besar karena jumlah unit yang di import cuma sedikit.
akan lain ceritanya jika pajak diturunkan sehingga harga jual motor motor itu akan rendah kemudian pasti jumlah unit yang beredar jadi lebih banyak, pajak tahunannya akan lebih besar.
Dari sisi industri sendiri mungkin akan jauh lebih berkembang toh para pelaku produsen otomotif juga para investor luar dalam hal ini kebanyakan dari jepang, iya to….

Mungkin para pembaca punya pandangan tersendiri silahkn ditambahkan, monggo…..

6 responses »

  1. antara ya dan tidak. Kalau menurut saya jika penggunanya ndak anak alay sy setuju bila harga motor gede dibuat murah. tapi kalau semua orang bisa beli dan cara nyetirnya alay.. ya nggak setuju. CC gede = power gede = yang naik ABG alay.. wah2..bisa tambah semrawut jalanan mas bro.

  2. sayangnya image masyarakat tetap melekat pada product import yg notabene high quality, dan sayangnya product dalam negri kurang mengimbangi apalagi bidang otomotif……

    yang saya ga suka, timbal balik ke masyarakat yg telah membayar pajak realisasinya masih minim, sarana prasarana masih seadanya, jalanan berlubang dan rusak dibiarkan saja memakan korban, menyedihkan!…….. oiya mas sekedar info…… pajak moge, cbr 600 dibayar per 6 bulan…. atau kalau per tahun, setara pajak mobil Xtrail/ CrV…. 5jt/ tahun gloodagh….. semakin hanya impian saja 😦
    http://azizyhoree.wordpress.com/2010/12/05/scooter-gokil-dari-honda-motocompo/
    nitip juga
    http://azizyhoree.wordpress.com/2010/12/02/new-jupiter-mx-semoga-warung-dohc-jadi-test-rider/

  3. para pembuat aturan pajak moge tidak hobi naik motor, hobinya naik mobil jd apakah moge beredar banyk atau tdk mereka tdk peduli yg ptg pajak besar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s