Lexam Hanya Sebagai Pelengkap? dan Yang Penting, Ada……

Standar

Tidak menyangka, tidak dikira, diluar dugaan, itu barangkali yang saat ini berada di benak para biker, pengamat otomotif dan bloger bersama komentatornya dalam menanggapi peluncuran Lexam oleh YMKI 14 Januari 2011 yang lalu. Saat dikenalkannya Lexam di Jakarta Motorcyle Show 2010 yang lalu banyak pengamat otomotif apalagi FB yang sangat optimis dengan masa depan “Om Sam”(dalam bahasa jawa Lek=Om) ini dan dengan mudah akan melibas sang first mover Revo Techno AT. Optimisme tersebut berdasarkan beberapa hal seperti Desain yang sporty, masih karburator sehingga diperkirakan harga jauh lebih murah, Kubikasi mesin yang lebih besar dan tentunya pintarnya YMKI dalam bidang periklanan.
Namun setelah peluncuran resmi “OmSam” kini optimisme tersebut menjadi pesimisme di banyak kalangan, gimana tidak hal yang diperkirakan bisa jadi kartu as malah dijadikan kartu 2, keriting pula….. h.h.h…. Desain tetep ok, karburator yang merupakan kekurangan dibiarkan jadi kekurangan, teknologi baru yang belum jelas keunggulannya apalagi jika dibandingkan kompetitor tapi dijadikan alasan pelambung harga. Harga yang tinggi diambil YMKI hanya karena segmen yang diambil adalah segmen menengah atas dimana konsumen yang dituju adalah para pengguna roda 4 namun ingin beralih ke roda 2. Melihat beberapa fakta diatas, gue perpendapat YMKI lenjadikan Lexam hanya sebagai pelengkap dan yang penting ada. Yang penting YMKI bisa mengatakan: kita juga punya produk sejenis, teknologi sejenis.
Hal – hal lain yang membuat gue perpikiran seperti itu adalah:
1. Mengapa “OmSam” hanya ditargetkan 1500 perbulan sedangkan estimasi pasar 5000an per bulan?
2. Mengapa “OMSam” hanya dijual di 6 kota besar di Indonesia, Jakarta, Surabaya, Palembang, Medan, Makassar dan Denpasar?
3. Mengapa harga yang dipatok sangat tinggi, Rp16.400.000?
4. Mengapa YMKI tidak berniat mengungguli kompetitor, kecuali harga? he.he…..
Sekali lagi, sepertinya YMKI cuma berpikir “yang penting ada dan yang penting punya” Lexam hanya jadi Pelengkap?
Bagaimana pendapat bro semua, monggo dishare supaya YMKI bisa mengetahuinya, kalo soal di denger atau tidak itu masalah lain h.h.h…..

6 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s