Semakin Terampil Berkendara Semakin Safety? Mosook….

Standar

Bagi kita yang tiap harinya sering mengalami lika-liku berkendara ditengah keramaian/kepadatan jalan tentunya sudah sering melihat atau bahkan mengalami berbagai moment pengundang emosi karena perilaku sembarangan orang lain atau justru sebaliknya, kita yang mengundang emosi, he.he.he…
Diantara banyaknya pengguna jalan ada beberapa yang pelintir gas, sigsag gak karuan seolah sedang dikejar perampok, atau… dikejar polisi? h.h.h..
Situasi yang berlawanan kadang juga terjadi, dimana di jalur utama dan kecepatan rata-rata pengendara cukup tinggi ternyata ada pengendara dengan santainya menganut “slow motion is safety” di tengah jalan.
Mereka penyuka kecepatan kebanyakan adalah kalangan anak muda, bahkan kadang masih anak-anak yang belum boleh memiliki SIM. Selain itu yang sering “mengexplore” kemampuan motor adalah anggota klub baik sedang bersama rombongan maupun serang ngejomblo. Satu lagi yang suka membelah keramaian dengan kecepatan tinggi adalah pengendara MOGE, iya kan? he.he.he…
Sedangkan mereka penganut “slow motion is safety” biasanya berasal dari kalangan ayah-bunda, mbakyu sing kemayu, simbah-simbah (eyang kakung-eyang putri), dan yang terakhir adalah mereka yang baru belajar naik motor. O iya, ada yang kelupaan, mereka yang sedang berkencan apalagi yang baru jadian, waah… malah sambil pegangan tangan, h.h..h..
Melihat situasi jalan yang seperti itu menjadi memprihatinkan karena pelatihan safety riding yang sering saya lihat lebih fokus pada keterampilan berkendara saja. Sebut saja cara pengereman, belok cepat, berakselerasi, keseimbangan melalui papan atau rintangan namun tidak ada pelatihan bagaimana sebaiknya BERSIKAP/BERPERILAKU bersama pengendara lain, padahal hal yang paling penting dalam safety riding ialah keharusan berbagi jalan serta menghargai pengguna jalan lainnya. Jadi safety bukan hanya melindungi diri sendiri tetapi JANGAN SAMPAI MENCELAKAI ORANG LAIN, iya gak bro???
Pertanyaan yang perlu direnungkan adalah:
Apakah mereka yang sering bertindak tidak safety adalah orang yang kurang terampil berkendara?
Menurut saya mereka justru kalangan yang lebih terampil kelak-kelok, gas-rem, naik-turun gigi dengan cepat, serta sanggup menjaga keseimbangan di jarus sempit maupun jalur rusak. Walau diantaranya juga ada yang tahunya sekedar putar gas namun dengan seringnya berkendara sudah pasti keterampilan berkendara juga akan meningkat, namun apakah egoisme mereka juga akan berkurang? atau semakin trampil justru semakin berani mengambil resiko? saya tidak tahu pasti jawabannya namun mari kita menanyakan beberapa hal dibawah ini pada diri kita masing-masing!
BAGIAN I:
1. Siapa yang suka sigsag di keramaian?
2. Siapa yang suka naik turun trotoar demi mendahului pengendara lain?
3. Siapa yang suka free style di jalan umum?
4. Siapa yang suka berboncengan lebih dari 2 orang?
5. Siapa yang suka berkendara dengan barang bawaan begitu banyak?
6. Siapa yang suka berkendara sambil maen HP?
7. Siapa yang suka balap di jalan umum?

BAGIAN II:
1. Siapa yang suka melanggar aturan dan rambu-rambu lalu-lintas?
2. Siapa yang suka berkendara melawan arus?
3. Siapa yang suka jalan pelan di lingkungan jalan cepat?
4. Siapa yang suka belok sembarangan?
5. Siapa yang suka berkendara tanpa helm dan perlengkapan lain?

Jawaban untuk pertanyaan bagian pertama: Orang terampil berkendara namun tidak tahu/ tidak patuh aturan serta egois dan kurang waspada.
Jawaban untuk pertanyaan bagian kedua  : orang terampil maupun kurang terampil serta tidak tahu/ tidak patuh aturan, egois dan kurang waspada.

Dari semuanya itu dapat disimpulkan bahwa untuk safety riding yang paling penting untuk dibina/dilatih adalah sikap toleransi, taat aturan serta sikap waspada pada situasi lingkungan sekitarnya.
Hal yang sangat menarik adalah:
1. Orang terampil mengendarai motor bisa melakukan semua tidakan tidak safety di atas.
2. Orang yang tidak terampil hanya bisa melakukan sebagian dari tindakan tidak safety di atas.
Jadi, mari kita latih diri kita untuk benar-benar safety riding, bukan hanya sekedar keterampilan / kepiawaian berkendara saja. OK bro…?

4 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s