Mampukah AHM Membuat Motor Yang Asik Dikendarai?

Standar

Honda boleh bangga karena selalu menguasai pasar sepeda motor di Indonesia namun di segmen tertentu saat ini Astra Honda Motor (AHM) sebagai ATPM motor Honda di Indonesia sedang geregetan karena segmen tersebut telah dikuasai kompetitor sejak beberapa tahun terakhir, segmen tersebut adalah segmen motor sport.  Tercatat sejak 2009 raja motor sport telah direbut Yamaha Vixion dari tangan Honda Megapro. Kemunculan motor sport berteknologi injeksi di kelas mid-end menjadi nilai plus, sehingga Yamaha Vixion sejak diluncurkan 2007 silam terus meroket. Tahu 2007 penjualan motor sport masih dirajai Megapro, Thunder 125 dan Tiger, sedangkan Yamaha hanya jadi anak bawang dengan Scorpio. Baru setelah Yamaha menghadirkan Vixion, peta persaingan langsung berubah dan dalam jangka waktu kurang lebih 1,5 tahun sanggup merebut tahta sebagai raja motor sport.

Santer dikabarkan bahwa tahun ini AHM tengah mempersiapkan “senjata” baru di segmen tersebut. Motor sport baru Honda yang digadang-gadang sebagai Vixion killer memiliki “peluru” spesial yang berbeda dengan motor sport yang selama ini diproduksi di Indonesia yaitu frame teralis. Secara tampilan hal tersebut akan menjadi sesuatu yang baru seperti halnya waktu hadirnya Yamaha Vixion dengan deltaboxnya. AHM tampaknya mengambil celah tersebut dan berusaha untuk membuat tren baru di dunia permotoran Nasional.

Hal yang patut ditunggu adalah, Mampukah AHM Membuat Motor Sport Yang Asik Dikendarai? Perlu diketahui bahwa sebagian besar penggemar motor sport atau motor beraliras sport adalah para “penikmat motor”.  Mengendarai motor adalah sebuah kenikmatan dan sesuatu yang mengasikkan. Ikatan antara pengendara dan motor begitu dekat, saat riding adalah semacam “bermesraan”. Rasakan saat berakselerasi, rasakan saat engine brake, rasakan saat meliak-liuk ditengah keramaian jalan, apalagi saat melibas tikungan…. waahhh feel so good… makin kenceng makin nikmat…

Keasikan saat berkendara ini adalah hal yang agak sulit dirasakan dengan motor sport Honda yang beredar di Indonesia ini, mengapa demikian? karena selama ini AHM selau membuat motor yang NYAMAN dikendarai. Prinsip dasar inilah yang menurut pakyo perlu dirubah, atau setidaknya dikontaminasi denganprinsip ASIK itu tadi.

Feel so good bisa diraih dengan apa sih? nahh… menurut pakyo ada 2 yaitu:

1. Engine typical: tipikal engine beraliran acceleration lebih asik, karena saat berakselerasi adalah moment yang sering dialami biker, bukan top speed. Apalagi untuk daerah perkotaan. Walau begitu akan lebih baik jika akselerasi dapet, top speed juga dapet.

2. Riding Position: posisi duduk pengendara sangat berpengaruh, perpaduan posisi tinggi setang, lebar setang, sudut setang, letak footstep. Nah.. hal ini yang sedikit bertentangan dengan prinsip NYAMAN, makin sporty biasanya akan mereduksi rasa nyaman.

Dari kedua faktor tersebut tampak bahwa motor sport AHM belum memilki kedua “sifat” tersebut, olah karena itu jika Sport Teralis mau melekat pada hati konsmen yang saat ini masih terisi oleh Yamaha Vixion atau mungkin Suzuki Satria FU, atau Bajaj Pulsar atau TVS Apache maka AHM harus meluncurkan Sport Teralis dengan “Jiwa” yang berbeda dengan Sport AHM lainnya. “Jiwa” yang dimaksud adalah Jiwa Muda, dimana kedua “sifat” yang pakyosebut di atas adalah sifat anak muda. Mengapa selama ini motor sport Honda lebih cenderung motor gaya bapak-bapak? ya karena memang “sifat” yang dimiliki motor sport produk AHM sesuai sifat bapak-bapak, cari motor ya motor yang NYAMAN dikendarai. Kalau di sekitar pakyo biasanya orang memilih motor itu yang ENAK dikendarai, tapi enaknya seorang bapak dengan anaknya tentu berbeda.

Sang bapak bilang: motor enak itu yang mesin halus, suspensi lembut, posisi duduk nyaman tidak bikin lelah, jog empuk.

Sang anak bilang: motor enak itu yang kenceng, tarikan enteng, buat nikung stabil, lincah, shockbreaker tidak mantul

Nah… kalau “jiwa”nya sudah sesuai, baru disempurnakan dengan fitur, desain dan harganya. ingat, ortu biasanya milih motor dari sisi function sedang anaknya lebih ke fashion alias gaya.  Riding is time to show…

Sekian dulu, demikian sekelumit pertanyaan dan pemikiran pakyo buat AHM supaya untuk kedepannya bisa lebih memperhatikan  kaum muda, jangan hanya memperhatikan bapaknya terus… walau motor yang beli bapakku tapi harus sesuai keinginanku dong… h.h.h….

Iklan

16 responses »

  1. Kalo motor2 keluaran honda,rata2 asyik dan cocok dikendarai baik tua ataupun muda,beda dengan pabrikan sebelah yang hanya cocok buat yang muda2 tapi kurang cocok buat yang tua2.

  2. tidak ada ciptaan manusia yg sempurna….. semua ada plus minusnya… dan ingat pemikiran orang masing-masing… sebagai contoh paling mudah kaos oblong sqja walaupun size sama belum tentu nyaman dipake oleh orang yang sama juga apalagi orang yg berbeda…. begitu juga antara ahm dan yimm sama-sama membuat motor dengan hasil produk yg berbeda pula dengan standar masing-masing pabrikan…. (mohon maaf bila kurang berkenan)

  3. Ping-balik: Sport Teralis Lahir, New Megapro Harus Dipertahankan « PakYo Blog

  4. NMP gak ampuh,dan makin ampun2an mengejar (penjualan &akselerasi) vixion.Habis itu di gebuk lagi sama Byson.
    AHM makin pusing..satu2nya jalan ya keroyokan…
    Hanya orang bodoh yg bangga naik NMP yg serba memaksa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s