Yamaha Membiarkan Honda Bermain Motor Sport Murah Sendirian, Serius?

Standar

image

Data penjualan motor sport dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dari ratusan ribu motor sport yang diserap pasar sebagian besar merupakan motor kelas menegah atau yang biasa disebut pabrikan sebagai mid sport.
Sejak lahirnya Vixion, Yamaha semakin kuat di segment sport dan berhasil menjadi raja motor sport di Tanah Air. Honda yang dulu merajai segment ini seakan dibuat tak berdaya selama kurang lebih 5 tahun terakhir. Geregetan dengan kondisi ini, kini Astra Honda Motor (AHM) sebagai ATPM motor Honda di Indonesia terlihal all out. Hal tersebut terlihat dari lahirnya CB150R Streetfire untuk head to head dengan Yamaha Vixion dan kemudian segera diikuti motor baru lagi yang berkode K18.
K18 ini bakal bermain di kelas tersendiri, yaitu motor sport murah. Saat ini konsumen yang ingin memiliki motor sport tapi terkendala masalah keuangan maka larinya ke motor – motor non jepang.
Respon yang cukup mencengangkan bahwa Yamaha

tidak akan terjun di segment itu dalam waktu dekat karena Yamaha menganggap motor sport murah tidak akan laku, pasar memang ada tapi sangat kecil.
Melihat hal ini mengingatkan kita pada tanggapan Yamaha waktu Honda meluncurkan Scoopy, skutik retro yang memiliki pasar tak sebesar jenis skutik lain namun karena pasar tersebut juga hanya satu pihak yang menikmati ternyata pada akhirnya Yamaha iri akan kesuksesan Honda sendirian menikmati

kue

. Sayang beribu sayang saat Yamaha memproduksi Mio Fino ternyata sudah terlambat karena istilah skutik retro sudah nempel sangat kuat pada diri Scoopy.
Apakah Yamaha lupa pada kisah di atas? Atau Yamaha takut kisah tragis Lexam? Dalam diri lexam masih ada gengsi yang dipertaruhkan, yaitu image pengembang teknologi baru, namun dalam kasus Scoopy maupun K18 ini tak ditemui hal tersebut.
Yamaha mau membiarkan Honda bermain sendiri di segment motor sport murah, serius….?

7 responses »

  1. para pengatur strategi di YIMM spertinya tidak se cerdik pengatur strategi di AHM.
    kayaknya YIMM harus merekrut tenaga-tenaga pengatur strategi yang baru dan lebih cerdik untuk menghadapi sang monster AHM.

  2. Dah capek kasih masukan buat Yamaha… YMKI dulu masih mau denger…. kini YIMM budeg semua MS terjun bebas dari 45 ke 34 masih juga pada tidur?

  3. bukankah ini strategi obral yg bertujuan penguasaan market keseluruhan
    mirip dulu honda legenda menahan laju motor2 buatan china
    yg trlanjur beli NMP jelas kecewa
    yg beli vario juga kecewa
    yg beli tiger kecewa
    yg beli CBR150 juga kecewa
    permainan honda mirip pedagang hp
    sementara yamaha seperti era honda th 90-an

    ayo obral

  4. Kesedotnya konsumen bebek ke matic itu fakta. Mengapa tidak ke sport? Apakah lantaran motor sport mahal atau memang konsumen lebih mencari yang PRAKTIS ? Kalo migrasi dari bebek ke matic itu lantaran konsumen semakin mencari yang murah, irit dan praktis …. ya betul kata Yamaha,, kalaupun ada segmentnya kecil.. Kenapa Honda berani? Dalam hal ini Honda mau ngetes kekuatan BRAND dan 3S-nya Bro di kelas yang selama ini digeluti motor-motor dari Hindustan yang berteknologi canggih dan berfitur lengkap. Apalagi di tengah issu mau cabutnya Bajaj dari Indonesia (meski sudah diklarifikasi gak jadi). Sport canggih + murah tanpa didukung jaringan 3S gak bakal laku. Sedangkan, Sport Seadanya tapi didukung Brand yang kuat dengan layanan 3S-nya,… mudah-mudahan laku (gitu kira-kira yang ada di pikiran petinggi AHM)!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s